Berdaya Melalui Bisnis Rumahan
Written on 09/08/2011
[Foto: Portrait-Photos]
Udah lama banget saya engga nulis di blog tercinta satu ini. Hm, gak ada alasan sih, hehe… Kalau dipaksa menjawab mungkin sambil lalu akan saya jawab: lagi males, itu aja
Alhamdulillah, akhir Agustus lalu saya bisa meraih posisi Director dari bisnis MLM yang saya lakoni secara fokus sejak awal 2010. Jujur, ini sebenarnya posisi ‘ecek-ecek’ lho. Perusahaan MLM tempat saya bernaung punya lebih banyak tawaran karir yang menggiurkan, baik secara finansial, kebebasan waktu dan kualitas hidup serta pengembangan diri. Pastinya, saya akan tetap gigih merajut mimpi ke jenjang-jenjang karir selanjutnya
.
Pasti Bunda heran ya, ngapain sih merelakan diri fokus di bisnis MLM? Hehehe… Jawabannya sih bisa memanjang dan melebar, tapi singkatnya gini aja: Saya ini ibu.
Jiwa saya adalah jiwa seorang ibu. Bunda pasti tahu dong, jiwa seorang ibu itu bagaimana? Yup, bener! Maunya deket anak aja, maunya nemenin mereka kemana-mana, maunya meluk, cium, ngelonin, masakin, nyuapin, nempel terus sama mereka sampai mereka sendiri yang udah ogah ditempel Mamanya, wkwkwk… Jujur saya agak tersiksa kalau harus terikat jam kerja kantoran, disandera oleh daftar kerjaan si bos yang bikin jarak saya dan anak jadi kacau.
Tapi, tapi nih, saya juga butuh aktualisasi diri. Gak bisalah terus-terusan nebeng suami, bukan karena suami saya gak mampu, bukan juga sok jaga gengsi, hihihi… tapi ada sebuah panggilan jiwa, bahwa saya harus punya prestasi, harus punya impian dan bekerja untuk meraihnya. Saya kan manusia juga
Saya merasa, menjalankan bisnis MLM bisa menjembatani kebutuhan untuk menyeimbangkan dua hasrat itu: antara jadi ibu rumahan dan berkarir. Apalagi saat saya ketemu Grup d’BC-Network yang menciptakan sistem online buat support membernya yang, … yang seperti saya, mau kerja tapi dari rumah.
Ternyata bener kok, berbisnis bisa membuat perempuan, khususnya ibu-ibu biasa saja seperti saya merasa berdaya. Merasa mampu meniti impian lebih dan lebih lagi…
Bunda juga bisa kok memulai kehidupan bisnis-rumahan, seperti yang saya dan rekan-rekan bisnis saya tekuni. Dengan modal yang relatif sangat kecil, kebutuhan keahlian dan pengalaman yang minimal, tidak butuh pegawai, tanpa biaya overhead yang memusingkan, bisnis model ini tetap mungkin buat dikerjakan, dan sukses!
Ada banyak pilihan berbisnis, Bunda bisa kok memilih salah satu yang cocok dengan minat dan kesanggupan Bunda. Apa yang sudah saya pilih dan tekuni hanya salah satunya.
Saran saya satu saja, mulailah sesuatu yang bisa membuat hidup Bunda lebih bergairah, dengan prestasi dan pencapaian, syukur-syukur bisa membuat orang-orang tercinta pun jadi lebih berdaya. Beneran deh, rasanya luar biasa. Persis menyuarakan “I am woman, hear me roar” seperti tembang lawasnya Helen Reddy berikut:
” … If I have to
I can do anything
I am strong (strong)
I am invincible (invincible)
I am woman”
Salam SUKSES ya Bunda,
^Andinie Sunjayadi^
:: a mom, proudly work from home ::
Filed in: Business, Inspiration, Motivation.


Orang yang mau memulai bisnis rumahan umumnya memiliki mimpi yang lebih besar dari kondisi saat ini. Saya sangat support dengan orang yang mau atau sudah memiliki mentalitas seorang pengusaha.
Banyak pertimbangan dalam melakukan bisnis rumahan, masalah motivasi sudah banyak ditulis di blog blog maupun situs internet lainnya.
Hal kecil yang kadang bikin bingung dan ragu ragu adalah cara menentukan harga jual produk.
Saya ingin sharing mengenai setting harga jual, terutama bisnis yang memiliki stock, jika boleh sumbang saran, saya membuat tulisan tentang cara penetapan harga jual, bisa di baca di http://finplanner-jauhari.blogspot.com/2011/10/men-setting-harga-jual-untuk-bisnis.html
Saya setuju dengan Mb Andini. I am wife, I’m also proud work at home. Nikmat kok kerja di rumah. Banyak yg bisa qt lakukan dari rumah termasuk mencari penghasilan, apalagi sekarang jamannya online. Komunikasi terbuka lebar tanpa hrs bertatap muka. Nice article
sukses untuk bisnismu ya
thx ya, sukses buat mas jauhari